Kalau Ada 3 Permintaan Ajaib, Kalian Bakal Minta Apa?

Kalau Ada 3 Permintaan Ajaib, Kalian Bakal Minta Apa?

Kalau Ada 3 Permintaan Ajaib, Kalian Bakal Minta Apa?

Pernah nggak sih, lagi bengong sore-sore terus tiba-tiba kepikiran hal yang agak "halu" tapi seru? Kayak misalnya, tiba-tiba ada keajaiban yang datang dan nawarin kita tiga permintaan gratis. Bukan buat jadi pahlawan super yang terbang ke luar angkasa, tapi lebih ke hal-hal yang bikin hidup terasa lebih ringan dan bermakna.

Setelah merenung (dan sedikit menghayal), kalau kesempatan itu beneran ada di depan mata, inilah tiga hal yang bakal langsung gue sebut tanpa pikir panjang:

1. Jentikan Jari "Sultan" (Sekali Petik, Muncul Rp. 50 Juta)

Jujur saja, kita semua pasti punya daftar "keinginan tertunda" karena saldo yang belum mencukupi. Bayangkan kalau tiap kali kita butuh—entah itu buat bayar cicilan yang mepet, bantu renovasi rumah orang tua, atau sekadar pengen jajan tanpa liat harga—kita tinggal memetikkan jari dan cling! ada uang Rp50 juta di depan mata. Rasanya bukan soal pengen jadi orang paling kaya sedunia, tapi lebih ke perasaan tenang karena tahu "semua bakal baik-baik saja" secara finansial.

2. Tangan yang Menyembuhkan Segala Penyakit

Melihat orang tersayang sakit itu rasanya jauh lebih berat daripada sakit itu sendiri. Makanya, permintaan kedua gue adalah kemampuan untuk menyembuhkan segala penyakit, baik itu yang medis maupun non-medis. Bayangkan betapa leganya bisa menghilangkan rasa sakit seseorang hanya dengan sentuhan tangan. Bisa melihat senyum orang-orang yang tadinya putus asa karena penyakitnya, rasanya bakal jadi "kekayaan" yang jauh lebih mahal daripada uang mana pun.

3. Teleportasi: Bye-Bye Macet dan Tiket Mahal!

Siapa sih yang nggak capek sama macet atau perjalanan jauh yang menguras tenaga? Dengan kemampuan teleportasi, dunia berasa jadi kayak halaman rumah sendiri. Mau sarapan di Paris, makan siang di Padang, terus sorenya sudah santai lagi di kamar sendiri? Bisa banget! Selain hemat ongkos dan waktu, kemampuan ini bakal bikin kita punya lebih banyak waktu buat orang-orang yang kita sayang tanpa terhalang jarak.

Tiga permintaan tadi emang kedengarannya kayak mimpi di siang bolong, ya? Tapi dari "kehaluan" ini, gue jadi sadar satu hal: ternyata yang kita butuhin itu simpel banget. Kita cuma pengen rasa aman secara finansial, pengen orang-orang yang kita sayang selalu sehat, dan pengen punya waktu lebih banyak tanpa habis di jalan.

Meskipun jentikan jari belum bisa ngeluarin uang dan kita belum bisa teleportasi buat menghindari macetnya Senin pagi, setidaknya kita masih punya doa dan usaha yang bisa kita lakuin pelan-pelan.

Nah, sekarang giliran kamu yang berbagi. Kalau seandainya jin di lampu aladin beneran muncul di depanmu hari ini, 3 permintaan apa yang bakal kamu sebutin? Tulis di kolom komentar ya! Siapa tahu dengan ditulis di sini, impian kamu jadi lebih dekat buat jadi kenyataan. Sampai ketemu di obrolan berikutnya!

Nanya Bahasa Jepang

Nanya Bahasa Jepang

Setelah liburan akhir tahun, akhirnya sabtu kemarin gue masuk kuliah. Di tahun baru seharusnya semangat pun harus semangat terbarukan tapi soal perkuliahan tetep aja enggak semangat, terlebih lagi inti dari enggak semangatnya kuliah adalah jarak yang gue tempuh. Tempat perkuliahan gue cukup jauh dari rumah, gue tinggal di Bogor sedangkan kuliahnya di Jakarta tapi demi menuntut ilmu yang berguna untuk masa depan, gue jabanin.

Jangankan pergi ke jakarta, pergi ke KUA sama kamu juga aku jabanin kok.

Gue kuliah di Universitas Indraprasta (UNINDRA), kampusnya itu di daerah pasar rebo jalan gedong, Alamat lengkapnya cari aja sendiri di google maps, jangan manja deeh!.

Di Unindra gue mungut ambil kejuruan Teknik Informatika melanjutkan kuliah dari D3 ke S1 jadi masuknya ke kelas ekstensi tapi kalau di Unindra namanya bukan kelas ekstensi melainkan kelas terbang, walau gue berangkatnya naik kereta bukan naik pesawat, walau ke kelasnya naik tangga enggak pake jetpack, walau penghuni kelasnya masih napak ke daratan tetep aja disebutnya kelas terbang.

Kelas terbang yang tidak bisa terbang, sama kaya keluarga tak kasat mata tapi keliatan. Sereeem ya? hahaha

Oke cukup untuk pengenalan kampusnya, lanjut ke inti cerita.

Jadi gini, gue terkadang suka nonton film Jepang, nah saat gue nonton kadang gue suka mendengar kata yang sering diucapkan oleh si aktor, bahkan kata-kata tersebut bisa berkali-kali diucapkannya, karena hal itu kata tersebut terngiang di telinga gue, gue jadi penasaran, pengen tau arti dalam bahasa Indonesia dari kata yang sering gue denger tersebut. Kepo melanda.

Kebetulan disemester ini gue sekelas sama temen kuliah gue waktu dulu di D3. Dia melanjutkan kuliah di perguruan tinggi yang sama dengan gue. Dia memang suka yang berbau Jepang; film anime, artis Jepang, sering datang ke cosplay dan juga suka pake roti Jepang.

yap dia cewek, makannya suka pake roti Jepang.

"War, lu kan suka yang berbau Jepang, lu ngerti bahasa Jepang gak?"
"Ngerti sih tapi cuma dikit"

Temen gue ini namanya bukan anwar tapi sebut saja dia mawar.

"Oh gitu, gue mau nanya, kalau kimochi itu artinya apa sih?"

nanya to the point dan berharap dia masih polos enggak paham dengan maksud pertanyaan gue.

"Kimochi itu artinya enak, ya kaya merasa enak gitu deh"

Fix dia masih polos, gue langsung ke pertanyaan selanjutnya.

"Kalau yamete artinya apaan?"
"Yamete itu kalau gak salah artinya jangan kalau enggak hentikan"
"Apaan sih ko lu nanyanya aneh gitu"

Dia sepertinya mulai curiga, tapi masih ada pertanyaan yang bikin gue penasaran.

"Terakhir, kalau ikeh itu artinya apa?"
"Ikeh itu artinya ...."

Dia berhenti ngomong, bengong seperti memikirkan sesuatu.

"EH ANJIIIR, PORNO AH ELU MAH, OGAH AH GAK MAU JAWAB GUE!"

Omegot.
Ketahuan deh, tapi gue coba ngeles.

"Eh emangnya apaan, gue mah cuma pengen tau artinya aja"
"IYA, TETEP AJA MAKSUD LU TUH PORNO KAN!"

Yaah ketauan deh, gak bisa ngeles lagi gue.

Gue gak bisa ngomong apa-apa lagi, cuma bisa cengar-cengir sendiri. Tapi enggak apa-apalah, dengan dua kata yang sudah gue tau artinya kosakata bahasa Jepang gue jadi bertambah. Lumayan kan, jadi nanti kalau nonton film Jepang lagi ada yang gue pahamin walau cuma dua kata. hahaha
Ngawas Ujian

Ngawas Ujian

Selesai liburan akhir tahun kini waktunya gue kembali ke aktivitas seperti biasa yaitu bekerja. Tapi berbeda dengan mahasiswa ditempat gue bekerja, setelah selesai liburan akhir tahun mereka mesti masuk kuliah untuk menghadapi ujian akhir semester. Do you know they feel?, I know that, gue pun pernah ngalamin hal serupa, karena gue pernah jadi mahasiswa. Liburan hanya beberapa hari dan setelahnya masuk kuliah langsung ujian, rasanya itu seperti diajak ketemuan sama gebetan taunya cuma mau ngasih undangan pernikahannya. Sakit tapi enggak berdarah!.

Ujian akhir semester ini gue kepilih lagi menjadi salah satu pengawas ujian, ya memang biasanya sih kalau waktunya ujian pasti selalu kepilih jadi salah satu pengawas. Selama gue jadi pengawas ujian, gue selalu memperhatikan raut wajah setiap mahasiswa yang masuk ke ruang ujian, pengen tau aja ekspresi mereka ketika ujian sudah didepan mata, apalagi kan ini momennya masih tahun baru jadi masih pada bau petasan gitu deh. Diantara mereka ada yang ekspresi wajahnya gembira, mungkin dia sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian dan waktu liburannya pun mungkin dia bersenang-senang, seperti menyulut petasan lalu bakar-bakar jagung bersama keluarga atau teman-temannya. Ada yang ekspresinya biasa aja dan ada juga yang ekspresi wajahnya muram, kusut, lemes, anemia kali ya? tapi kayanya sih tetep di malam tahun barunya dia bakar-bakar juga, bakar-bakar foto mantan, nangis sambil pelukin guling dikasurnya. Tragis banget mblo.

Gue ngawas ujian enggak sendirian tapi ditemenin oleh satu pengawas lainnya dan juga dengan dosen matakuliah yang diujiankan jadi totalnya ada tiga orang pengawas, mati kutu dah pada enggak bisa nyontek. Karakter tiap dosen saat ditempat ujian pun berbeda-beda, ada yang sibuk sendiri dengan gadgetnya sehingga enggak terlalu memperhatikan mahasiswa yang sedang ujian, ada juga dosen yang "killer", dari pengaturan posisi tempat duduk benar-benar diatur sampai mahasiswa yang mencoba mencontek dengan segala cara pun selalu ketauan, kalau dijaman gue sih dosen kaya gini julukannya "Si mata elang", namun dari semua dosen pengawas ujian yang paling dinanti-nantikan oleh semua kaum duafa contekan adalah dosen yang ngawasnya hanya beberapa menit dan selebihnya menghilang entah kemana, balik lagi pas waktu ujiannya selesai. Iya kan? ngaku aja deeh!.

Selain dari dosen pengawas, tipikal dari peserta ujiannya pun berbeda-beda, mereka memiliki tingkatan yang berbeda-beda pula, dari yang newbie, pro, sampai yang legend semuanya mempunyai passion tersendiri.

Peserta yang newbie, mereka selalu mencari tempat duduk yang aman dari jangkauan penglihatan pengawas, posisinya kalau enggak di pojok tengah pasti dibangku paling belakang dan juga duduknya berdekatan dengan temannya yang pintar, kalau memang kebagian duduk paling depan yaudah itu lagi apes berarti.

Peserta yang pro selalu percaya akan kemampuannya sendiri, mereka duduk paling depan tanpa menghiraukan yang lain walau itu teman sebelahnya dan mengerjakan soal dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Peserta yang legend, peserta ujian yang satu ini adalah yang paling keren dari semua tingkatan, ketika ujian sedang berlangsung mereka hanya diam saja sambil memainkan pulpennya, ada juga yang tertidur, sementara kertas jawabannya pun masih kosong, namun setelah waktu ujian mendekati akhir tidak lama kertas jawaban mereka sudah lengkap terisi. Sungguh peserta ujian yang legend.

Dari ketiga tingkatan yang sudah disebutkan, kira-kira kalian yang mana?

Persoalan contek mencontek, mau itu ujian atau ulangan atau kuis atau apalah itu namanya pasti tidak luput dari tindakan mencontek, gue pribadi waktu masih kuliah kadang juga mencontek pas lagi ujian, enggak kadang juga sih tapi sering. Hehehe. Jujur aja sih gue mah dari pada bohong. Berdasarkan dari pengalaman gue yang sering nyontek, gue jadi paham alibi-alibi cara mereka mencontek, ada yang mencontek dengan cara melirik-lirik jawaban teman sebelahnya, ada yang pura-pura pinjem alat tulis temennya, ada yang komat-kamit kaya dukun santet, ada juga yang membuat contekan dikertas. Yaelaah semuanya itu cuma trik klasik yang pernah gue coba, udah khatam gue trik kaya gitu mah. Namun di jaman now cara mereka mencontek jadi lebih canggih, yaitu dengan membuka smartphone, dengan begitu mereka lebih leluasa mencari jawaban dengan bantuan mbah google.

Sebagai pengawas ujian, gue harus sigap dan cepat tanggap jika melihat peserta ujian yang mencurigakan. Mata harus tetap awas melihat pergerakan. Ini memang bukan perang melainkan amanat yang mesti dilaksanakan, tapi kalau ada yang nyontek lirik-lirik dikit mah yaa gue maklumlah, nyadar diri soalnya dulu pun gue suka susah nyontek kalau pengawasnya terlalu jeli, asal enggak saling lirik-lirikan terus senyum-senyuman, terus diem-dieman, eeh ternyata udah jadian. Janganlaah... jangan ya, kasian entar guenya ikutan baper.

Selain mengawasi adek-adek mahasiswa yang imut-imut dan amit-amit yang sedang ujian, terkadang ada beberapa motif lain yang pengawas lakukan saat ujian berlangsung, pengen tau?

Pengen tau aja atau pengen tau banget?
Pengen tau benget... banget... banget... BENGEUT!

Salah satu motif yang dilakukan pengawas ujian yaitu mencari dan menandai adek mahasiswi yang cantik-cantik, nah biasanya pengawas cowok yang sering kaya gini, matanya jelalatan, enggak bisa diem liat-liatin adek mahasiswi yang cantik, pura-pura cek soal ujiannya padahal cuma pengen tau namanya doang, terus di stalking di Instagram. Selain itu ada juga pengawas yang bermotif sebagai penyambung hidup, dan menurut gue motif ini wajar-wajar aja sih, kita ngawas mahasiswa ujian gak serta-merta hanya nyawasin aja tapi juga dibayar, ada uang lelahnya, walau bayarannya enggak terlalu besar dan terlalu kecil tapi lumayanlah buat makan siang cukup untuk 2-3 hari. Diantara motif barusan menurut elu gue yang mana? tebak!.

Sebagai pengawas ujian, gue berpesan untuk adek-adek mahasiswa yang sedang melaksanakan ujian akhir semester, semangat terus jangan dikasih kendor, banyak-banyak berdoa agar dimudahkan ujiannya, ditingkatkan lagi waktu belajarnya, distop dulu maen game onlinenya (pasti bacanya sambil melotot), persiapkan alat tulis seperlunya, dan selamat mengerjakan. 😊
Saodah yang Penuh Amarah

Saodah yang Penuh Amarah

Disuatu masa hiduplah sekeluarga manusia yang tinggal di gubuk sementaranya (ngontrak), mereka terdiri dari 4 orang manusia yaitu sepasang suami istri dan kedua anaknya. Seorang suami yang bermata pencaharian sebagai tukang bubur, istrinya yang bernama saodah sebagai ibu rumah tangga dan kedua anaknya yang masih kecil, sebut saja mereka ayi dan otok. Ayi adalah anak perempuan juga anak bungsu, kira-kira umurnya 1½ tahun dan otok adalah kakak laki-laki dari ayi umurnya ±5 tahun. Mereka hidup dengan damai, namun semuanya berubah ketika negara api menyerang...

Enough...enough!, Gue kira cukup untuk menuliskan prolog tentang keluarga tersebut. Mau diterusin takut engga kuat nahan isak tangis. Hik hik.
Saodah, siapa sih saodah itu?, Saodah adalah nama ibu dari ayi dan otok. Berbadan besar, bulat, hitam, dan mulutnya itu loh..beeuh barokah deh omongannya. Sekali saodah ini marah, nasi aja bisa jadi bubur (yaiyalaah suaminya yang bikin bubur), sekali suaminya bikin bubur dia langsung naik haji, eeeh...sinetron kali ye.

Keluarga ibu saodah ini adalah salah satu tetangga gue, jarak rumahnya dengan rumah gue kira-kira 7 meter. Keluarga saodah menjadi keluarga ter-hits di kampung gue, bagaimana tidak karena hampir setiap harinya keluarga ini menjadi tontonan warga kampung gue, ini dikarenakan kelakuan ibu saodah kepada anaknya yang kurang "mendidik" dan bahasanya yang tidak patut didengar oleh siapapun terlebih anak-anak di bawah umur.

Otok sebagai anak pertama ibu saodah selalu bertengkar dengan ibunya sendiri, mereka berdua seperti kucing dan anjing, bertengkar setiap harinya. Pertengkaran mereka semacam alarm buat gue sendiri. Misal jika mereka bertengkar pagi hari artinya sudah menunjukkan pukul 7 pagi dan jika mereka bertengkar sore hari berarti sudah pukul 5 atau 6 sore. Begitulah kelakuan ibu saodah setiap harinya.

Mungkin pertengkaran mereka disebabkan oleh kesalahan otok yang tidak patuh kepada ibunya, namun menurut gue cara ibu saodah marah kepada anaknya tidak pantas di lontarkan dengan kata-kata kasar, sampai seisi hewan di hutan rimba dia absen.

OTOOOK KADIE SIAAAA ANJIIING, TOLOOL SIA*, DIPAEHAN SIA KU AING**
terjemahannya, OTOOOK KESINI KAMU ANJIIING, TOLOOL KAMU, DIBUNUH KAMU SAMA SAYA
*SIA = kamu (bahasa kasar)
**AING = saya (bahasa kasar)

MOONYEEET SIA DASAR GOBLOOG, TOLOOL TONG BALIK SIA KA IMAH
terjemahannya, MOONYEEET KAMU DASAR GOBLOOG, TOLOOL JANGAN PULANG KAMU KE RUMAH

Bagaimana menurut elu tentang amarah ibu saodah ini?, barokah bangetkan bahasanya. Sampai sempat ada seorang ibu yang tinggal sebelahan dengan ibu saodah menegur karena merasa terganggu dengan bahasanya. Karena si ibu ini takut dengan bahasa ibu saodah yang kasar dapat membawa pengaruh buruk untuk anaknya dan juga untuk anak-anak lainnya yang mendengar. Karena ibu saodah ini tidak terima maka terjadilah pertempuran, pak RT yang mengetahui kejadin ini langsung sigap menanggapi dengan memasang ring di arena pertempuran, bel pun dibunyikan oleh pak RT, "TEENGG!" menandakan pertempuran dimulai, warga yang melihat dari jauh pun berbondong-bondong datang mendekat, mereka merogoh semua kantong celananya, mengambil uang untuk memasang taruhan. Waanjiiir kenapa jadi gini ya ceritanya?, bodo amat daah.

Lantang amarah ibu saodah ini memang luar biasa, mungkin bisa terdengar sampai ke langit ketujuh, mengalahkan suara toa tukang tahu bulat yang sedang pawai. Pernah gue lihat sendiri pertengkaran ibu saodah dengan otok anaknya. Otok yang ketakutan lari terbirit-birit dikejar oleh ibunya, bu saodah ini lari mengejar otok dengan sendal jepit ditangannya, mungkin untuk dilemparkan ke anaknya, kalau enggak salah pas gue perhatikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya merk sendal jepit yang dipegang bu saodah ini adalah sky way berwarna hijau. Mungkin ya, itu baru perkiraan gue aja. Hehe.

Kejar-kejaran itu tepat banget di hadapan gue, bu saodah berlari melewati rumah gue dan terus berlari mengejar anaknya, tidak lupa dengan bahasanya yang barokah itu. Gue yang liat kejadian itu, melihat bu saodah seperti melihat godzilla yang meraung kelaparan sedang mengejar sate taichan untuk disantapnya. Namun usaha bu saodah untuk menangkap anaknya gagal, dalam kekesalannya bu saodah pun mengucap "MONYEET SIA TOLOOL, AWAS SIA MUN BALIK KA IMAH MOAL DIBERE PANTO KU AING. Terjemahin sendiri. Setelah itu bu saodah berjalan pulang dengan sandal jepit sky way yang masih digenggamnya.

Lantas selama pertikaian bu saodah dengan anaknya, dimanakah suami bu saodah berada?, mengapa tidak melerai pertikaian tersebut?, entahlah!. Mungkin suaminya menghilang ketika negara api menyerang.

Sumber gambar  Liza Summer
Ternyata Aku....

Ternyata Aku....

photo_camera Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi
Sang mentari mulai berseri menawan, mengucapkan salam perpisahan pada sang rembulan, menyapa setiap insan dengan penuh kehangatan. Membangunkan aku dalam lelapnya mimpi yang tak ini aku akhiri. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Ku bergegas keluar rumah untuk seseorang yang akan aku temui. Pintu rumah ku buka, mengawali langkah pertama dengan mengucap doa. Langkah demi langkah ku jalani walau hanya beralas kaki tanpa transportasi. Jalan terjal berliku dan berbatu tak menyusutkan tekadku untuk bertemu dengan mu.

Dari kejauhan, aku melihat dirimu, membuat langkahku semakin cepat melaju. Semakin dekat, semakin dekat, dan mendekat. Langkah pun terhenti, kini aku sudah berdiri tepat di depanmu. Senyum kecil diiringi wajah berseri kau suguhkan kepadaku, namun...aku hanya terpaku, diam dan membisu. Hanya getar dalam raga kian semakin menggila yang ku rasa. Kau terdiam, aku terdiam, suasana menjadi hening sepi seolah waktu pun ikut terhenti. Ingin ku ucapkan sesuatu tapi ku takut ku tak mampu. Kau masih terdiam, memandangku, menunggu sesuatu yang terucap dari bibirku. Ku beranikan diri mengatakan sesuatu kepadanya karena aku tak sanggup lagi menahan perih ini. Dengan lantang ku ucapkan

"Bu... pesen ketopraknya 1 ya bu, engga pake pedes, sama engga pake lama juga ya", ucapku dengan menahan perut yang perih dan badan gemeteran.

Ternyata...ternyata aku...aku lapar, dari semalam belum makan.
Bersyukur

Bersyukur

"Ih bagus banget tasnya, harganya cuma 1 juta loh, besok beli ah"
"Entar liburan jalan-jalan ke Paris deh, kayanya seru"
"Pah, tolong transferin aku uang dong 5 juta aja, aku mau mean nih sama temen"

Sungguh enaknya jika apa yang kita inginkan, yang kita butuhkan terpenuhi hanya dengan sekali ucap atau mungkin cukup dengan menunjuknya. Siapa sih yang engga mau hidup serba berkecukupan atau lebih dari cukup? gue rasa semua orang pengen seperti itu, termasuk gue sendiri. Hidup bermewah-mewahan, bermegah-megahan, punya mobil sport lusinan, rumah berhektar-hektar luasnya dan keinginan apapun itu yang membuat kepuasan gue di dunia tercukupi. Ah rasanya gue mulai menghayal.

Andai gue punya lampu wasiatnya aladin, pasti apa yang gue minta akan dikabulkan oleh si om jin yang keluar dari lampu wasiat itu.

Dueer!
"Aku beri kamu satu permintaan, monggo" ucap si om jin dengan gaya khasnya mengacungkan jempol.
"aku minta tiga permintaan lagi jin" pinta gue.
"Lah..." Om jin terbengong.

Jangankan minta uang 5 juta lebih-lebih minta pohon uangnya juga pasti dikasih ko sam si om jin. "minta apa lagi? minta mobil sport yang lebih bagus dan lebih mahal dari punya Raffi Ahmad? atau minta batu akik sekarung? Hah, urusan kecil itu mah!" sambung si om jin dengan memetikkan jarinya. Bahagia tiada tara rasanya jika keinginan gue terpenuhi hanya dengan sekali ucap. Selain soal materi mungkin si om jin juga bisa permak muka gue biar mirip sama artis korea. Jadi boyband bro?. Huaaah pasti cewek-cewek pada rebutan pengen ketemu gue, mungkin mereka ingin berfoto bareng atau mungkin mereka ingin mengatakan sesuatu "MIMPI, JANGAN NGAREP LOH! CUIH", gue dilemparin batu. Ah... beneran ngehayal gue.

Namun, nyatanya gue hanya orang biasa bukan orang super kaya berparas tampan. Wah udah bangun dari hayalan lu bro?. Untuk membeli baju pun gue mesti nunggu sebulan gajian itu pun kalo masih ada sisa dan engga ngeganggu uang "ongkos" bulan berikutnya, isi pulsa 10 ribu harus cukup buat 2 minggu. Halaah entah kapan hayalan gue jadi orang kaya dan kece jadi kenyataan. Galau menjamah

Sambil berjalan dan terus berhayal gue memandang ke atas, memikirkan kesenangan "sementara" yang nanti gue rasakan jika menjadi kaya. Tanpa awas melihat jalan kaki gue kesandung batu, bletruk! "wadaaaw" sakit banget rasanya kaki gue, jempol kaki jadi cenat-cenut dan sedikit membengkak. Gue menunduk dan melihat jempol kaki, mungkin ini peringatan, seketika gue jadi inget nasehat orang tua gue dulu. mereka pernah berkata

"Engga baik kalau selalu melihat ke atas, coba lihat ke bawah, masih banyak orang yang tidak seberuntung kita. Lihat seorang ibu yang terpaksa harus mengais rezeki dari mengoreh sampah, lihat anak kecil yang berdiri kedinginan di depan pintu mall ditengah derasnya hujan mengguyur sedang menawarkan jasa ojek payung demi mengumpulkan uang saku untuk sekolah. Dan masih banyak orang yang lebih susah dari segi materi maupun keadaan. Syukuri hidup maka semuanya akan lebih bermakna."

Sontak gue langsung terbengong dan merasa lebih sakit, bukan lagi kaki yang terasa sakit melainkan sakit yang kali ini gue rasakan terasa sangat menggumpal dalam dada hingga air mata tidak dapat lagi terbendung dan menetes, terasa sakit disini (nunjuk ke hati). Entah apa yang telah gue fikirkan sehingga gue melupakan kenikmatan yang telah Tuhan berikan, mau makan tinggal ngambil ke dapur, pengen minum air dingin tinggal ngambil di kulkas, tidur pun terasa pulas dengan kasur yang empuk sedangkan mereka belum tentu merasakan kenikmatan apa yang telah gue rasakan, lebih-lebih mungkin mereka tidak pernah merasakan kenikmatan itu. Astagfirullah, tanpa tersadar gue telah mendengarkan bisikan setan, melupakan segala kenikmatan yang telah gue rasakan, gue kufur.

Engga ada gunanya juga gue terus menyalahkan diri sendiri, kesalahan yang telah terjadi harus dijadikan luka yang tidak pernah hilang bekasnya untuk peringatan di masa yang akan datang. Tetap bersyukur atas apa yang kita rasakan, bukankah dengan bersyukur berarti menghargai diri sendiri sebagai manusia? bukannya hewan atau mahkluk fana lainnya. Dan dengan mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan semoga kenikmatan tersebut menjadi bertambah. Amien.

Jangan lupa bersyukur yah bro :)

Sumber gambar  RAVENA LAGES
Awas ada begaaal!

Awas ada begaaal!

Akhir-akhir ini sedang marak kasus pencurian kendaraan bermotor atau lebih eksis dengan sebutan "begal", kasus ini menjadi trending topic yang hangat diperbincangkan oleh media selain batu akik. Para pelaku begal ini engga asa-asa untuk melukai korbannya demi mendapatkan hasil curian. Kejadian ini sudah terjadi di beberapa kota di Indonesia, termasuk di ibu kota.

Entah apa penyebab kasus begal yang kini kian menjamur dan aksinya yang sangat "sadis". Apakah karena faktor ekonomi? atau pihak penegak hukum yang kurang "gesit" menanggapi masalah ini?, entahlah. Seperti di kota Jakarta pernah tertangkap seorang begal yang sebelumnya sempat melukai korban dengan "membacok" kepala korban hingga terjatuh dari kendaraannya. Namun aksi begal ini diketahui warga setempat dan pelaku begal berhasil ditangkap, digebukin lalu dibakar, sangat tidak manusiawi memang aksi warga dengan membakar begal tersebut hingga mati namun semua itu karena warga geram dengan kejadian begal yang sering terjadi di daerah tersebut. Pihak kepolisian pun meminta kepada warga untuk tidak main hakim sendiri, "pengennya sih engga mau main hakim sendiri bro, tapi lu (polisi) kemana aja? dateng selalu telat kaya polisi di film india".

Jujur gue sendiri kalau berangkat kerja selalu pake motor kadang suka merasa takut jika melintas di jalan yang sepi, takut ada begal. Terkadang gue suka curiga kalau ada motor yang tiba-tiba ngedeketin gue, apa lagi kalau wajah pengendaranya serem, badannya gede, pake jaket item, helmnya item, kulitnya juga item. Beda lagi kalau ada motor yang ngedeketin gue tapi pengendaranya cewek cantik, bahenol, kulitnya putih mulus. Gue yakin kalau pengendara yang kaya gitu bukan begal, yakin 100%, malahan bakal gue begal tuh cewek, gue begal hatinya. Huahahaha #tertawa omes.

Kasus begal ini terjadi dimana-mana, gue merasa resah, mencari cara agar terhindar dari pembegalan. Akhirnya gue melakukan survei dan hasil survei tersebut gue mandapatkan tips agar terhindar dari pembegalan. Berikut tipsnya.

1. Hendaklah berdoa jika keluar rumah
Kita sebagai umat beragama tentu harus yakin kepada Sang Maha Pencipta, maka dari itu berdoalah meminta perlindungan kepadaNya agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Beralih dengan mengendarai sepeda
Tips kedua ini manjur dan bisa disebut menguntungkan. Kenapa menguntungkan? karena bisa mengurangi polusi serta membuat tubuh kita menjadi sehat. Go green bro!. Selain itu, jika mengendarai sepeda masih dibegal maka relakanlah dan coba untuk mengambil motor si begal ketika sepeda kita dibegal. Berangkat pake sepeda pulangnya pake motor. Untungkan?. Itung-itung barter bro.

3. Mendadak banci
Tips ini mungkin lebih cocok untuk laki-laki yang beneran laki. Saat kalian mengendarai motor dan mencurigai motor yang secara tiba-tiba mendekat adalah pembegal maka jalan satu-satunya adalah pura-pura menjadi benci, karena menurut survei gue di lapangan golf pembegal adalah seorang laki-laki asli yang takut akan seorang banci, menurut mereka banci lebih menakutkan dari pada spesies cewek alay. Jadi, saat ada orang yang mau begal kendaraan lu, palingkan pandangan lu ke arah si begal, tersenyum diselingi kedipan mata, lalu ucapkan, "Eeeh mas boy, mau begal motor eiyke yah? begal juga dong hati eiyke mas" dengan nada banci tentunya, dengan begitu si pembegal akan mengurungkan niatnya untuk membegal motor lu dan memacu kendaraannya secepat kilat.

Tips di atas semoga dapat membantu yah bro. Selain itu gue juga punya tips atau larangan buat pembegal biar aman saat melakukan aksinya. Berikut tipsnya

1. Jangan pernah menyebutkan diri sebagai begal
Gue yakin kalau ada begal yang sebelum membegal menyebutkan dirinya seorang begal dia adalah begal sejati, entah disebut begal sejati atau begal yang mau buhun diri. Bodohnya begal seperti itu. Sebelum membegal alhasil lu bakal abis duluan di gebukin sama warga atau mungkin di bakar, apalagi pas lu dibakar ada sule lewat dan bertanya kepada warga

"Kenapa begal ini dibakar?"
dan warga pun serempak menjawab
"Tak selamanya begal itu di rebus
nyatanya hari ini dibakar
harganya murah cuma
seribu"

Hina banget kan rasanya? udah mah dibakar dinyanyiin pula sama seluruh warga. Kasihan.

2. Jangan membegal motor dengan plat nomor F 5877 KQ
Ini adalah kesalahan besar jika ada yang membegal motor dengan plat nomor F 5877 KQ, jangan sekali-kali ada niat untuk membagal motor tersebut. Emangnya kenapa bro?. Pokoknya jangan pernah, gue camkan sekali lagi buat semua pembegal JANGAN PERNAH MEMBEGAL MOTOR TERSEBUT. Iya emangnya kenapa bro?. Karena motor tersebut adalah motor gue, kalau kalian begal motor gue entar gue berangkat kerja pake apa?, ngojek pacar gue pake apa? kalian engga kasihan sama gue?, gue kasih batu akik aja yah tapi janji jangan begal motor gue. Sial jadi ketahuan kan.

3. Survei lokasi pembegalan
Mengetahui lokasi untuk melakukan aksi pembegalan merupakan hal yang wajib untuk dilakukan. Dengan mengetahui lokasi tersebut lu bisa tau jalan pintas untuk lari dari kejaran warga, seperti ngumpet di bawah jamban, resikonya lu diberakin orang atau ngumpet di kantor polisi, yah dengan begitu lu engga akan di gebukin warga atau sampe di bakar warga, lu langsung di penjara. Kereen
Gue pernah lihat berita tentang begal yang terbegal, nah itu dia salah satu begal yang tidak survei lokasi pembegalan, akhirnya dia pun terbegal, kalau udah kaya gitu sebagai begal lu gagal.

Cukup tiga tips aja deh buat lu gal, semoga lu ngerti yah. Pesen gue buat kalian semua tetep waspada dan selalu berdoa. Awas ada Begaaal!